Nyawa dan nadi bersatu dalam jiwa yang menyatu dan akhirnya akan terpisahkan oleh kematian bagi setiap makhluk yang bernyawa. Nyawa ada...namun jika nadi tidak berdetak maka jiwa akan lunglai tergolek takberdaya. Nadi masih berdetak namun jika nyawa telah melayang akhirnya nadi ikut hilang.
Nyawa dan nadi bersatu dalam jiwa kita yang selalu berkarya di dunia dalam kehidupan keseharian kita. Karya yang baik atau sebaliknya yang akan kita persembahkan????? coba renungkan dan cari alasan dari dalam diri kita sendiri. Semua ini adalah pemberian dari Nya, yang harus kita rawat, kita jaga dan kita manfaatkan untuk kebaikan bumi. Kenapa bumi???? karena bumi juga atas anugrahNya yang harus kita jaga dan akhirnya akan kita wariskan untuk anak cucu manusia yang akan tinggal di sana untuk meneruskan kehidupan di dunia dengan waktu yang terpaut perbedaan dengan zaman kita.
Tak berlebihan jika penulis mengajak pembaca untuk mempersembahkan yang terbaik semampu diri kita untuk kehidupan sesama. Seperti penggalan lagu yang dibawakan oleh KH Abdullah Gymnastiar (AA Gym)
Kiat Merubah Bangsa”
Disuatu ketikaTerbesit suara hatiku menggemaPunya cita cita tuk mengubah bangsaDengan serta merta
Namun hatiku merasa kecewaKarena bangsaku tiada berubahKini kuurungkan niatan hati iniBiarlah kuubah diri sendiri
Ku mulai dari diri sendiriKu mulai dari yang paling kecilTak kan pernah aku menunda-nundaKan kumulai saat ini juga
Beginilah harusnya diri kitaBila ingin bangsa ini berubahJangan pernah saling salah-menyalahLebih baik salahkan diri segera