Selasa, 24 Maret 2015

Benci dan Maaf

Lo waktu SMP atau SMA pernah ngomongin cewek atau cowok sampai mereka gak betah disekolah, sampai mereka nangis gara gara lo omongin. Dan lo sekarang gak usaha buat minta maaf ke mereka? Atau temen sma atau smp yang pernah diomongin sama lo udah benci banget sama lo saking lo jahatnya.
ask.fm


Benci dan maaf .....
 dua kata yang sangat terpaut jauh maknanya satu dengan yang lainnya. Namun dua kata ini sama-sama, bahkan selalu berdekatan 
di dalam hati manusia. 
Tak mudah memberikan maaf buat mereka yang pernah berbuat kesalahan. 
Tak mudah menghilanggkan benci dari hati 
untuk mereka yang pernah menyakiti. 

Menyimpan benci tanpa memberikan maaf 
untuk menghapus kebencian dalam diri 
akan membuat kita semakin terpenjara 
dengan keadaan dilema yang berkepanjangan. 
Bahkan kebencian akan terus menggerogoti hati kita 
untuk selalu mengingat hal yang kita benci.
Menjadi bom waktu yang tak tau kapan pastinya bom itu akan meledak ..... tinggal menunggu waktu yang tepat. 

Memang tak mudah menghilangkan benci yang terlanjur bersarang dalam diri.
Apalagi benci itu melukai hati kita dalam sebuah perjalanan hidup 
menyusuri lorong waktu sejarah kehidupan diri. 
Akan tetapi perlu dicoba cara menghilangkan benci dari dalam diri:

Kebencian itu akan selalu kita jadikan kebencian dalam sifatnya. 
(Bila ada orang yang perkataannya menyakiti kita maka, 
perbuatannyalah yang harus kita benci bukan orangnya)
Cukup tau saja kalau ada orang yang berbuat seperti itu.
(Oooooo ..... si dia orangnya seperti itu.)
Berdamai dengan keadaan dan orang yang berbuat sesuatu yang kita benci. 
Usahakan selalu memaafkan semua kebencian yang pernah singgah di hati.

Tak mudah untuk dilakukan namun 
lebih bijak kalau kita berusaha mencoba.... 
Memberikan kedamaian dalam diri membuat hidup kita lebih berarti :)



Senin, 23 Maret 2015

Waktu

www.andaka.com



Waktu ......
Itulah dia harta pemberian sang pencipta, yang dimiliki setiap makhlukNya sejak terlahir di dunia ini.

Waktu..... 
Ia datang dan pasti pergi sampai akhirnya ia takkan kembali lagi. Kita hanya bisa mengenangnya.... dalam ingatan sejarah hidup. Kita tak mungkin bisa bersamanya kembali. Walaupun ada mesin waktu yang menghentikan. Kecuali atas kehendakNya. 

Waktu.... bagi seorang pejabat, aktris, pedagang, petani, pekerja, ibu rumah tangga, anak-anak, remaja, dewasa, tua, muda, pengangguran dan apapun profesi mereka sehari semalam sama : 24 jam. Bagaimana kita bisa memanfaatkan dengan baik dan benar tergantung pribadi masing-masing. 

Kita adalah individu yang mempunyai banyak peran dalam kehidupan. Kita memunyai peran beraneka ragam dalam hidup ini (lebih dari satu peran pastinya) kita harus bisa menjadi yang terbaik untuk semuanya.... terutama baik menurutNya. Selain menjadi anak baik dari orang tua kandung kita ataupun orang tua angkat kita, kita juga menjadi tetangga dalam masyarakat, (kecuali bisa kita hidup sendiri di hutan belantara tanpa kawan), kita berperan sebagai sahabat, kawan, teman dalam komunitas perkumpulan kita (baik komunitas dalam belajar, komunitas dalam bekerja, komunitas dalam berkarya dan lain sebagainya), bila kita telah berkeluarga dan dikaruniani amanah putra-putri yang harus kita didik dan kita arahkan maka tentunya kita harus berperan sebagai orang tua, baik ayah ataupun ibu. Belum lagi kalau kita mempunyai keluarga besar maka kita mempunyai peran tambahan sebagai kakak atau adik, sebagai paman atau bibi dan masih banyak lagi peran-peran individu dalam kehidupan yang tak tertulis satu persatu.

Yang tak kalah penting dari peran-peran individu secara sosial seperti yang tertulis di atas maka... sebagai makhluk individu ciptaanNya. Kita harus beribadah dan menyembahNya dengan melakukan seluruh perintahNya dan menjauhi seluruh laranganNya. Itulah wujud tanggung jawab kita terhadap waktu yang telah dianugerahkan dalam kehidupan kita yang nantinya pasti akan dipertanyakan peruntukannya semasa kita bersama waktu. 

Semoga kita bisa melalui dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin untuk kebaikan sebagai bekal menuju kehidupan abadi kita setelah kematian menemui kita.     

Minggu, 22 Maret 2015

Terimakasih Tuhan....


Hari-hariku selalu Engkau selimuti dengan kasih dan sayangMu. Maafkan hamba Mu ini bila kadang melupakan Mu. Engkau tidak hanya mengabulkan permintaan hamba, namun Engkau selalu memberi apa yang hamba butuhkan di saat yang tepat. Takdir Mu telah engkau tentukan bagi setiap makhluk ciptaan Mu. Takterkecuali semut kecil yang ada di dalam tanah, Engkau telah atur semua dengan rizki dalam hidupnya, bahkan kematiannya pun telah Engkau tetapkan.

Tuhan syukurku untuk semua nikmat yang tak mungkin hamba bisa menghitungnya. Sedari hamba lahir Engkau titipkan hamba pada keluarga yang membesarkan hamba penuh dengaan kasih dan sayang. Bapak, Ibu, guru, saudara, kawan-kawan dan siapapun orang yang pernah dekat denganku atau pernah bersua walau sesaat yang takkuingat nama, tempat dan kebaikan mereka karena keterbatasan ingatanku dalam merangkum setiap tindak, tingkah dan laku detik demi detik kehidupanku. Mereka semua yang telah menyusun cerita dalam puzzle kehidupanku. Tak banyak yang bisa aku lakukan untuk mereka. Mungkin satu dari mereka yang telah menyusun cerita dalam puzzle hidupku ada yang telah Engkau panggil untuk menyelesaikan tugas dan perannya di dunia "Ampunilah mereka, lapangkanlah dan hapuskan siksa dalam kuburnya". 

Bagi mereka yang masih harus penyelesaikan tanggung jawab dan perannya di bumi ini di manapun mereka berada karena jarak dan waktu yang tak memungkinkan kami bersua dan bercengkrama mengisi hari-hari bersama "Berikan kemudahan kepada mereka untuk menghadapi segala ujian kebahagiaan dan kesulitan dalam hidup mereka serta tuntunlah mereka selalu berada di jalan Mu" itulah seuntai doa buat orang-orang yang pernah mengisi lorong waktu dalam sejarah kehidupan hamba. Tak lupa pula untaian kata yang terronce menjadi sebuah kalimat "terimakasih" buat mereka semua di manapun berada, karena merekalah yang sangat berjasa dalam pembentukan kepribadian hamba.  

Tuhan ....
Kuserahkan semua hidup dan mati hamba hanya kepada Mu. Bimbinglah selalu langkahku menuju ridho Mu. Kobarkan semangat kebaikan dalam kalbuku menjadi sebuah tindakan yang akan membawa hamba tetap hidup walau hamba telah tiada. "Hamba ingin hidup sampai roda bumi berhenti berputar dan akhirnya berlabuh dalam kedamaian surga Mu" Amien

Sabtu, 21 Maret 2015

Libur


20120723Libur390x250.jpg (390×250)














Libur telah tiba, libur telah tiba hore... hore... hatiku gembira :) ......
Itu terjadi biasanya pada anak-anak sekolah. Namun ternyata itu juga terjadi buat diri ini sebagai ibu rumah tangga. Dalam angan, dalam hayal libur itu memang sangat mengasyikkan karena kita bisa mengisi hari libur sesuai keinginan kita. Tidur sepuasnya, jalan-jalan ke tempat kesukaan, Nonton film yang lagi trend atau makan sepuas-puasnya ....... itu tergantung pilihan. Akan tetapi kenyataannyapun demikian libur memang menyenangkan. Yang paling membuatku senang adalah melakukan kegiatan harian di rumah bareng-bareng orang yang ku sayang. Apapun itu kegiatannya.......  aku anggap enjoy alias menyenangkan :) Seneng rasanya setiap hari bisa bersama-sama mereka, mengikuti pertumbuhan, perkembangan dan perubahan emosi mereka baik dalam keadaan senang maupun sebaliknya :) Semoga libur yang menyenangkan juga bisa dinikmati oleh siapapun dan dimanapun mereka berada :) selamat berlibur
 

Kamis, 12 Maret 2015

Arti Sebuah Nama (Intan Tetaplah Intan)

YUSUF JEWELLERY

Siang hari itu sangat terik. Sinar matahari membakar seluruh isi bumi. Tak terkecuali seorang lelaki tua renta, berkulit hitam legam yang memanggul dagangannya, berjalan menyusuri jalanan kampung yang sepi. Terlihat guratan di wajahnya melukiskan jalan kehidupan beliau. Ditambah dagangan yang ia bawa hari itu masih terlihat menumpuk. Ia usap peluh yang mengucur di pelipis. Sejenak beliau berdiri termenung mendengarkan merdu lembut suara Azan yang mendayu-dayu terbawa semilir angin yang bersahabat di siang itu. Ia turunkan dagangan yang menggelayut sedari subuh, dari pundaknya. Perlahan langkah kaki lelaki tua itu menuruni jalanan setapak pinggiran sungai yang jernih aliran airnya. Ia usap raut muka, dan sebagian anggota tubuhnya. Beberapa saat kemudian Ia berdiri dan bersujud. Suhnallah... Ternyata beliau melaksanakan sholat di awal waktu. Tangannya yang kekar tengadah memohon belas kasih Sang Maha Pengasih "Ya Allah hambah berserah kepadaMu.... Tak ada satu makhlukpun yang tak Engkau beri rizki, hari ini daganganku belum laku satu ikatpun. Berilah hamba dan keluarga hambah keikhlasan dan kesabaran dalam menjalani ujian kesulitan dari Mu" 

Selesai beliau berdoa, kembali Ia lanjutkan perjalanan berdagang beliau. Ternyata sampai sore, sudah melebihi jadwal waktu dagang beliau, dagangan juga belum terjual satupun. Tetap dengan pengharapan kepadaNya beliau ayunkan langkah kaki menuju rumah.  Setiba di rumah istri dan putri semata wayangnya sudah menunggu dengan cemas. Bergegas istri tercinta menyongsong suami dan membantu membereskan dagangan. "Ibu dan Intan sudah makan??? " tanya sang lelaki tua. Sang istri yang memahami kondisi suami berkata "Bapak tidak usah mengkhawatirkan kami. Kami berada di rumah terhindar dari segala macam perubahan cuaca. Bapak sendiri bagaimana???? Ibu lihat dagangan hari ini masih utuh." heeeeeeeeemmmmmmmmmmmm Uuuuuuuuuuuuuuh hela nafas panjang terdengar sesaat sebelum leleki tua itu berucap. "Iya benar hari ini daganganku masih utuh. Sabar ya bu.... dan kau Intan putriku.... " "Iya.... Bapak... Intan bangga mempunyi Bapak yang terus punya pengharapan dan kesabaran atas ujian Allah" putri remaja yang mulai menginjak dewasa itu menghibur hati bapaknya yang sedang sedih. "Bapak juga bangga punya kalia. Ibu selalu sabar menggu dengan semua takdir, rizki yang Allah bagikan melalui tangan Bapak selama 18 tahun ini. . . Kau putriku terima kasih juga untukmu,  walau kau telah remaja namun kau juga memahami kesulitan hidup orang-tuamu. Seperti nama yang Bapak dan Ibu berikan kepadamu...   Intan semoga hatimu juga demikian" Akhirnya... Istri dan putri semata wayangnya menangis haru dalam dekapan lelaki tua itu, sebelum mereka menghabiskan 3 potong ubi rebus sebagai penutup makan malam mereka. 

Selasa, 10 Maret 2015

Agar Semangat Hidup, Kita Harus Melihat Vidio ini

Hal-hal kecil

Hal-hal kecil yang ada disekitar kita kadang terabaikan. Padahal semua yang ada di sekitar kita mempunyai manfaat sesuai perannya. Tak terkecuali  benda-benda yang kita miliki. Contoh kecil yang bisa kita jadikan pengingat adalah : HP, laptop atau komputer, setiap hari kita menggunakannya, bahkan sampai nonstop sehari semalam 24 jam tanpa mematikannya atau memberinya waktu istirahat sedetikpun. Apakah kita pernah menyadari kalau HP, laptop atau komputer yang kita pergunakan setiap hari tersebut rusak atau mati. Maka kita baru merasakan akibatnya. Menyesal tiadalah guna kalo semua kejadian yang tidak kita inginkan telah terjadi. Alngkah bijaknya bila kita melakukan sesuatu dengan memikirkan akibat perbuatan kita terlebih dahulu sebelum kita melakuknnya. 

Memulai perubahan kecil terhadap diri sendiri salah satu langkah bijak untuk melakukan perbaikan. Memberikan perhatian beberapa saat terhadap benda-benda dan hal-hal kecil disekitar kita, merupakan luapan rasa terima kasih kita terhadap mereka yang telah mewarnai perjalanan hidup kita. Dengan begitu berarti kita telah berbuatan kebaikan, karena dengan merawat apa yang kita punya dan membiarkan benda-benda tersebut awet sampai lama berarti kita mempunyai kesempatan berbuat kebaikan yang lebih banyak.