Tak sedikit kita mendapati reaksi orang dalam menghadapi keadaan di sekitar. Diam salah satu tindakan yang pernah kita jumpai. Namun dengan reaksi tersebut banyak orang malah salah mengartikan maksud diamnya seseorang. Memang diam adalah salah satu reaksi yang kadang kita lakukan namun bagaimana jika ada orang yang salah mengartikan Rasanya kesal bercampur dongkol jadilah kemarahan yang terpendam dalam diri.
Tindakan diam kadang kulakukan hanya menjaga biar irit kata tidak membahas sesuatu yang takkusetujui temannya. Memang tak kuungkapkan dengan kata komunikasi secara terbuka hanya kudengarkan dalam diam dan heningku. Namun bukan berarti aku meneriama semua yang telah kudengar. Dalam kesendirian ada pembicaran diri yang kadang takkuhindari ada apresiasi dari hati suciku namun kadang adapula bisikan jahat setan yang mempengaruhi dalam benak pikiran hingga menghasilkan sebuah keputusan dan tindakan.
| motivatweet.com |
Jika hati suciku yang menang maka aku akan tetap terdiam tanpa membahas yang telah lewat biarkan semua masalah itu terpendam terkubur dalam dada. Namun aku hanyalah manusia biasa yang hanya berusaha menjadi yang terbaik, berusaha melakukan semua sebisa dan semampuku. Sampai pada suatu saat bisik jahat setan membakar merahnya hatiku menjadi semakin membara dengan semua yang telah membuatnya luka. Takkuasa kukontrol tindakan yang telah dikuasai amarah yang kupendam dalam-dalam.
Sebagai makhluk sosial tak mungkin kita hidup tanpa teman. Buatku dan buatmu yang pernah merasakan ini perbaikan diri adalah usaha yang terus kuupayakan menjadi manusia yang berdamai dengan keadaan dan masa lalu. Berusaha mengartikan diamnya seseorang dengan sebaik mungkin dan berusaha bebuat dan bertindak dengan bimbingan hati nurani yang suci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar